Guruku, Ibuku— Episode 38
Lima belas tahun yang lalu, Ibu Sulastri sudah meninggalkan pekerjaannya dan pergi sendiri ke daerah pegunungan terpencil untuk mengajar secara sukarela. Dia mengira dengan kemampuannya, dia dapat menjalankan tugas ini dengan mudah. Namun kenyataannya di pegunungan itu, pola pikir masyarakat sangat kaku — mereka percaya bahwa perempuan tidak pantas belajar; jalan terbaik bagi seorang perempuan adalah menikah dengan keluarga baik saat dewasa. Dari sini muncullah mentalitas yang sangat mendiskriminasi perempuan. Siswi Nurul Adisti adalah salah satunya. Setelah ayahnya — satu-satunya keluarga yang ia miliki — meninggal, Nurul yang masih kecil terpaksa tinggal bersama pamannya Suwarno dan bibinya Suriani. Namun pasangan ini memiliki pola pikir yang sangat mendewakan anak laki-laki, selalu berusaha menjual Nurul ke pernikahan yang “menguntungkan” secepat mungkin, untuk mendapatkan mas kawin tinggi dan menjamin masa depan anak laki-laki mereka sendiri. Demikianlah dua orang yang sangat berbeda bertemu. Saat Nurul hampir dijual, Ibu Sulastri menggunakan uang 30 juta rupiah yang ia tabung untuk pengobatan kakinya, untuk menebus Nurul. Ia berpesan, “Jangan pernah lupakan apa yang terjadi hari ini. Belajarlah dengan giat, dan keluarlah dari pegunungan yang penuh prasangka terhadap perempuan ini.” Pada akhirnya, berkat usahanya sendiri, gadis itu menjadi sosok yang dikagumi ribuan orang, meski prosesnya sangat berat.
Detail Episode
- Drama
- Guruku, Ibuku
- Episode
- 38 dari 51
- Platform
- SarosTV
- Subtitle
- Bahasa Indonesia
- Format
- HLS Streaming
- Kualitas
- HD Auto
